Rabu, 04 Desember 2013

Kumpulan Komik Lucu Bagian 5

Komik Lucu Bagian 5  
Komik Lucu Bagian 5
Komik Lucu Bagian 5
Komik Lucu Bagian 5
Komik Lucu Bagian 5
Komik Lucu Bagian 5
Komik Lucu Bagian 5
Komik Lucu Bagian 5
Sumber: ippedia.blogspot.com

Ternyata Senyum Bisa Meramal Masa Depan, Silakan Dicoba!

Senyum adalah makeup terbaik yang diberikan Tuhan untuk semua orang. Wajah sekusut apapun akan langsung cantik dengan lengkung senyum. Anda pasti setuju dengan pendapat ini, senyum akan membuat Anda cantik dalam waktu yang cepat tanpa makeup sama sekali.

Kabar baiknya, semakin sering Anda tersenyum, semakin baik. Senyum tidak hanya mengungkapkan bahwa Anda bahagia dan percaya diri. Ternyata, lengkung senyum itu bisa meramal masa depan Anda. Yup, Anda tidak perlu pergi ke paranormal untuk menebak masa depan, senyum Anda bisa menjawabnya.

Merasa bahagia? Tersenyumlah! Dilansir oleh Huffintonpost.com, banyak penelitian mengupas rahasia senyum. Anda pasti kaget bagaimana senyum bisa meramal masa depan. Buka foto-foto lama Anda dan silakan cek kebenarannya.

Sebuah penelitian psikologis yang dilakukan pada wajah di foto sekolah menunjukkan hubungan senyum di masa lalu dan langgeng tidaknya pernikahan. Orang tersenyum di foto sekolahnya akan lebih sukses dengan pernikahan mereka. Hasil penelitian ini ditulis dalam jurnal Motivation and Emotion tahun 2009.

Semakin lebar senyum, maka pernikahannya semakin jauh dari perceraian. Hal yang sama berlaku untuk foto-foto masa kecil. Senyum lebar memperlihatkan kebahagiaan, sehingga seseorang lebih mudah mencari jodoh dan membuat pasangannya bahagia.

Sebuah penelitian psikologis yang dilakukan pada wajah di foto sekolah menunjukkan hubungan senyum di masa lalu dan langgeng tidaknya pernikahan. Orang tersenyum di foto sekolahnya akan lebih sukses dengan pernikahan mereka. Hasil penelitian ini ditulis dalam jurnal Motivation and Emotion tahun 2009.

Semakin lebar senyum, maka pernikahannya semakin jauh dari perceraian. Hal yang sama berlaku untuk foto-foto masa kecil. Senyum lebar memperlihatkan kebahagiaan, sehingga seseorang lebih mudah mencari jodoh dan membuat pasangannya bahagia.

Senyuman tidak hanya menggambarkan kebahagiaan, karena senyum bisa menggambarkan seberapa besar pengaruh Anda pada orang lain. Pada tahun 1998, diadakan sebuah penelitian yang ditulis dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin. Hasilnya, orang yang sukses memimpin orang lain adalah yang tersenyum saat bahagia.

Semakin sering mereka tersenyum saat bahagia, semakin bagus kemampuannya untuk memimpin dan memiliki status sosial yang baik dalam masyarakat. Hal ini berlawanan dengan orang yang tidak tersenyum saat hidupnya penuh kebahagiaan. Hal ini terjadi karena orang lain menganggap senyum sebagai sebuah hal yang nyaman, sehingga orang yang ramah senyum lebih mudah diterima secara sosial.

Senyum melambangkan kebahagiaan, dan kebahagiaan adalah lawan dari stres. Seperti kita tahu, stres adalah penyebab berbagai penyakit fisik. Sebuah penelitian menunjukkan hubungan kekuatan fisik dan senyum. Penelitian ini melibatkan olahragawan martial art.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bisa berkelahi tetapi mudah tersenyum adalah orang-orang yang dapat dipercaya dan menyenangkan. Mungkin senyum mereka membuat mereka kurang agresif dan kurang dominan, namun orang lain melihat mereka sebagai orang yang bisa dipercaya.

Senyum para remaja bisa memperlihatkan apakah mereka mudah menjadi orang kaya atau tidak. Sebuah penelitian yang diadakan tahun 2012 dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa remaja yang sering tersenyum lebih makmur saat dewasa ketimbang remaja yang sering murung.

Remaja yang murah senyum dinilai memiliki keuangan yang lebih baik di usia 29 tahun ketimbang rekan mereka yang murung. Karena senyum adalah lambang kebahagiaan, sedangkan orang yang bahagia lebih sedikit merasa cemas dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

Sumber: vemale.com



Senin, 18 November 2013

inspirasi :: Kisah Cinta Sehidup-Semati, Meninggal di Hari yang Sama

Sebuah kisah romantis yang unik dan jarang terjadi dialami pasangan  Harold dan Ruth Knapke. Saling cinta sejak kecil, menikah dan terus bersama selama nyaris 66 tahun, lalu meninggal di hari yang sama. Benar-benar cinta sehidup-semati.

Harold Knapke (91) dan Ruth Knapke (89) pertama kali bertemu saat keduanya masih duduk di Sekolah Dasar. Cinta mereka dimulai ketika Perang Dunia II meletus. Tak lama setelah itu, pasangan ini menikah. Sepanjang nyaris 66 tahun umur pernikahan mereka, Harold dan Ruth hidup saling mengasihi. Hingga maut memisahkan mereka, hanya terpaut 11 jam saja.

Harold dan Ruth meninggal pada 11 Agustus lalu di Versailles Health Care Center di Russia, Ohio (AS). Anak-anak mereka mengatakan, sembilan hari setelah keduanya meninggal seharusnya menjadi hari peringatan ulang tahun perkawinan pasangan ini yang ke-66.

“Fakta bahwa mereka meninggal dunia bersama-sama rasanya menenangkan bagi kami,” ujar salah satu putri pasangan ini, Margaret Knapke. “Di satu sisi memang sulit kehilangan kedua orangtua pada saat bersamaan. Tapi di sisi lain, kami merasa tenang karena mereka pergi berdua.”

Masih menurut Margaret, kesehatan ayahnya memang menurun drastis selama setahun belakangan. Padahal, selama ini sang ibu yang lebih sering sakit-sakitan. “Kami bahkan bertanya pada diri sendiri, ‘Mengapa Ayah masih di sini (masih hidup)?’ Ternyata jawabanya adalah, Ayah masih hidup untuk menemani Ibu.”

“Ayah sangat mencintai Ibu, dia sangat setia dan ingin selalu menemani Ibu,” ujar Margaret. “Di ujung hidupnya, Ayah akan menghabiskan sepanjang hari untuk tidur. Tapi ketika dia bangun, hal pertama yang ditanyakannya adalah, ‘Dimana Ibumu? Bagaimana keadaannya?’” cerita Margaret.

Margaret juga mengungkap, beberapa hari sebelum meninggal, Ruth mengalami infeksi. Ketika informasi ini disampaikan kepada sang Ayah, Harold merespon dengan kalem. Tiga hari kemudian, Harold meninggal dunia pada pukul 07.30 pagi.

kompas.com
Sepeninggal Harold, anak-anak pasangan ini mengelilingi sang Ibu yang sudah kehilangan kesadaran dan membisikkan kepadanya, “Ayah sudah menunggu Ibu di atas sana. Jangan bertahan di sini demi kami,” cerita Ted Knapke, anak laki-laki pasangan ini. Malam itu juga, Ruth meninggal pada pukul 18.30.

Keduanya dimakamkan di liang lahat yang sama. “Ayah dan Ibu kami adalah orang-orang biasa. Tapi orang bisa belajar dari cerita mereka, bahwa ada cinta yang bisa bertahan selama-lamanya hingga maut memisahkan. Dan ini adalah hal yang indah,” kata sang putri.

Sumber: apakabardunia.com